Jawaban 2 mempertanyakan: 1. 1. Carlos, seorang siswa yang ditugaskan mendekor ruangan untuk penyelenggaraan pentas seni sekolah telah menyiapkan suatu model hiasan dari gabus yang berbentuk persegi, dan diguntingnya gabus itu sedemikian rupa sehingga tampak seperti pada gambar berwarna hitam berikut.
5 cm

Ketika Soni seorang temannya bertanya tentang keliling model hiasan Subkulitdengan bilangan kuantum l=2 dapat menampung elektron sebanyak? - 11928931 Agnesdinatantriayu Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Subkulit dengan bilangan kuantum l=2 dapat menampung elektron sebanyak? 1 Lihat jawaban Iklan Iklan ionkovalen ionkovalen L = 2 maka pd sub kulit d maksimal menampung 10 elektron Bilangankuantum spin (s) menunjukkan arah perputaran elektron pada sumbunya. Dalam satu orbital,maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan, dan masing- masing diberi harga spin +1/2 atau -1/2. Pertanyaan: Bagaimana menyatakan keempat bilangan kuantum dari elektron 3s1 ? Biasanyaditulis dengan angka 1, 2, 3, dst. Bilangan kuantum azimuth (l l l), d, dan f menunjukkan subkulit. Jumlah elektron maksimal yang dapat mengisi masing-masing subkulit yaitu s = 2, p = 6, d = 10, dan f = 14. subkulit p, dan jumlah elektronnya sebanyak 5. Sehingga diperoleh keempat bilangan kuantumnya yaitu: Tentukanlahbilangan kuantum elektron terakhir dari unsur-unsur dibawah ini: a. 17Cl b. 26Fe c. 27Co d. 28Ni e. 31Ga f. 35Br. Subkulit s memiliki l = 0, subkulit p memiliki l = 1, subkulit d memiliki l=2, dan subkulit f memiliki l=3. Bilangan kuantum azimuth (l) subkulit 3p5 = 1; Biasanyaditulis dengan angka 1, 2, 3, dst. Bilangan kuantum azimuth (l l l), yang menunjukkan nomor subkulit. Biasanya ditulis dengan huruf s (l l l =0) d, dan f menunjukkan subkulit. Jumlah elektron maksimal yang dapat mengisi masing-masing subkulit yaitu s = 2, p = 6, d = 10, subkulit d, dan jumlah elektron terakhirnya sebanyak 5 QUhnRZa. SOAL KIMIA 1. 1. Semua elektron dalam sub kulit d memiliki bilangan kuantum……. A. n = 2 B. m=2 C. l =2 D. n =4 E. l =3 jawab C. l = 2 2. 2. Subkulit dengan bilangan kuantum l = 3 dapat menampung elektron lektron sebanyak……. A. 2 B. 6 C. 8 D. 10 E. 14 Jawab E. 14 3. 3. Berikut ini adalah beberapa pernyataan untuk atom X dengan nomor atom 47. 1 termasuk unsur transisi 2 konfigurasi elektron terluarnya 4d9 5s2 3 dapat membentuk ion kompleks 4 terletak pada periode 4 Pernyataan yang benar adalah……. A. 1,2,3 B. 1,3 C. 2,4 D. 4 E. 1,2,3,4 Jawab B. 1,3 4. 4.. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya titik didih senyawa. 1 massa molekul relatif 2 ikatan hidrogen 3 bentuk molekul 4 jumlah elektron Pernyataan yang benar adalah……. A. 1,2,3 B. 1,3 C. 2,4 D. 4 E. 1,2,3,4 Jawab E. 1,2,3,4 5. 5. Senyawa alkana yang memiliki titik didih paling tinggi adalah….. A. etana B. metana C. propana D. n-butana E. 2-metilbutana Jawab D. n-butana 1. Web server is down Error code 521 2023-06-16 160706 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d844dc7bf870bfd • Your IP • Performance & security by Cloudflare Posisi elektron di sekitar inti atom ditentukan dengan bilangan kuantum. Bilangan ini menunjukkan letak elektron pada kulit dan subkulit atom, orientasi orbital dalam ruang, dan juga arah rotasi elektron. Ada empat bilangan kuantum yaitu Bilangan kuantum utama n menunjukkan kulit yang ditempati elektron. Bilangan kuantum azimut l menunjukkan orbital. Bilangan kuantum magnetik m menunjukkan orientasi orbital dalam ruang sekitar inti atom. Bilangan kuantum spin s menunjukkan arah rotasi elektron. Elektron yang menempati subkulit dengan harga n = 3 dan l = 2 Menempati kulit 3 kulit M Orbital d, karena orbital d bernilai 2 orbital s bernilai 0, p = 1, d = 2, f = 3, dst.. Nilai bilangan kuantum magnetiknya adalah -2, -1, 0, +1, dan +2, karena karena nilai m bergantung nilai l, yaitu dari -l sampai dengan +l. Dapat digambarkan sebagai berikut, Karena masing-masing orbital di atas dapat diisi maksimal 2 elektron satu elektron dengan arah spin dan yang lain , maka jumlah elektron maksimum yang dapat menempati subkulit tersebut adalah 10. Jadi, jumlah elektron maksimum yang dapat menempati subkulit tersebut adalah 10. PembahasanElektron yang mempunyai bilangan kuantum m = –2 terletak pada subkulit d. Pada subkulit d memiliki bilangan kuantum dari -2 sampai 2. Subkulit d hanya terletak pada kulit 3, 4, 5, dan 6. Maka,elektron dengan nilai m = –2 terletak pada subkulit 3d. Jadi, jawaban yang benar adalah yang mempunyai bilangan kuantum m = –2 terletak pada subkulit d. Pada subkulit d memiliki bilangan kuantum dari -2 sampai 2. Subkulit d hanya terletak pada kulit 3, 4, 5, dan 6. Maka, elektron dengan nilai m = –2 terletak pada subkulit 3d. Jadi, jawaban yang benar adalah E. Pada konfigurasi mekanika kuantum, konfigurasi didasarkan pada subkulit atom. Menurut teori Bohr, elektron mengelilingi inti atom pada jalur lintasan tertentu disebut kulit atom tingkat energi. Namun pada perkembangan selanjutnya menurut teori atom mekanika kuantum ternyata suatu kulit tingkat energi terdiri dari subkulit subtingkat energi dan orbital. Pada pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti Prinsip Aufbau. Prinsip Aufbau yaitu elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan ke subkulit yang energi lebih tinggi. Nah, berikut bagan Prinsip Aufbau. Catatan Konfigurasi Elektron Sub Kulit Atom Misalkan pada 8O. Nomor atom 8, karena atom tidak bermuatan, maka elektronnya 8. Maka konfigurasi elektron mekanika kuantum subkulit dari 8O yakni 8O 1s2 sisa elektron 8 – 2 = 6 8O 1s2 2s2 sisa elektron 8 – 4 = 4 8O 1s2 2s2 2p2 sisa elektron 8 – 8 = 0 Maka secara lengkap, konfigurasi mekanika kuantum subkulit dari 8O 8O 1s2 2s2 2p2 Misalkan lagi pada 11Na. Nomor atom 11, karena atom tidak bermuatan, maka elektronnya 11. Maka konfigurasi elektron mekanika kuantum subkulit dari 11Na yakni 11Na 1s2 sisa elektron 11 – 2 = 9 11Na 1s2 2s2 sisa elektron 11 – 4 = 7 11Na 1s2 2s2 2p6 sisa elektron 11 – 10 = 1 11Na 1s2 2s2 2p3 3s1 sisa elektron 11 – 11 = 0 Maka secara lengkap, konfigurasi mekanika kuantum subkulit dari 11Na 11Na 1s2 2s2 2p3 3s1 Misalkan lagi pada 16S. Nomor atom 16, karena atom tidak bermuatan, maka elektronnya 16. Maka konfigurasi elektron mekanika kuantum subkulit dari 16S yakni 16S 1s2 sisa elektron 16 – 2 = 14 16S 1s2 2s2 sisa elektron 16 – 4 = 10 16S 1s2 2s2 2p6 sisa elektron 16 – 10 = 6 16S 1s2 2s2 2p3 3s2 sisa elektron 16 – 12 = 4 16S 1s2 2s2 2p3 3s2 3p4 sisa elektron 16 – 16 = 0 Maka secara lengkap, konfigurasi mekanika kuantum subkulit dari 16S 16S 1s2 2s2 2p3 3s2 3p4 Contoh 1. Tuliskan konfigurasi elektron atom berdasarkan subkulit dari 13Al 13Al 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 Contoh 2. Tuliskan konfigurasi elektron atom berdasarkan subkulit dari 17Cl 17Cl 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 Contoh 3. Tuliskan konfigurasi elektron atom berdasarkan subkulit dari 26Fe 26Fe 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6 Menyingkat Konfigurasi Mengunakan Gas Mulia Untuk menyingkat penulisan konfigurasi, maka dapat digunakan konfigurasi gas mulia ini yang bisa dilihat pada tabel periodik unsur sebagai berikut He 2 elektron Ne 10 elektron Ar 18 elektron Kr 36 elektron Xe 54 elektron Rn 86 elektron Jadi seperti ini, misalkan pada atom 8­O, jumlah elektronnya 8. Secara normal, bisa ditulis konfigurasinya 8O 1s2 2s2 2p4 Perhatikan pada 1s2, jumlah elektronnya 2. Nah, pada gas mulia, He memiliki jumlah elektron sebanyak 2. Maka 1s2 dapat digantikan dengan He. 8O [He] 2s2 2p4 Contoh 1. Tuliskan konfigurasi elektron atom berdasarkan subkulit dari 13Al 13Al 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 13Al [Ne] 3s2 3p1 Contoh 2. Tuliskan konfigurasi elektron atom berdasarkan subkulit dari 17Cl 17Cl 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 17Cl [Ne] 3s2 3p5 Contoh 3. Tuliskan konfigurasi elektron atom berdasarkan subkulit dari 26Fe 26Fe 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6 26Fe [Ar] 4s2 3d6 Penyimpangan Konfigurasi Elektron Sub Kulit Atom Pada konfigurasi elektron, khususnya pada orbital d dan f terdapat beberapa penyimpangan. Hal ini disebabkan pada saat eksperimen menunjukkan hasil yang berbeda dibandingkan dengan teoritis. 1. Penyimpangan Orbital subkulit d Penyimpangan orbital subkulit d disebabkan orbital setengah penuh d5 atau penuh d10 lebih stabil dibandingkan orbital yang hampir setengah penuh d4 atau hampir penuh d8 atau d9. Dengan demikian, jika elektron terluar berakhir pada d4, d8 atau d9, maka satu atau semua elektron pada orbital s yang berada pada tingkat energy yang lebih rendah dari d pindah ke orbital subkulit d. Gambaran Sederhana 4s2 3d9 berubah menjadi 4s1 3d10. Unsur Teoritis Kenyataan 24Cr [Ar] 4s2 3d4 [Ar] 4s1 3d5 29Cu [Ar] 4s2 3d9 [Ar] 4s1 3d10 42Mo [Kr] 5s2 3d4 [Kr] 5s1 3d5 47Ag [Kr] 5s2 3d9 [Kr] 5s1 3d10 2. Penyimpangan Orbital subkulit f Sama seperti penyimpangan orbital subkulit d, penyimpangan pada orbital subkulit f disebabkan tingkat energi orbital yang berdekatan hampir sama sehingga menyebabkan berpindahnya satu atau dua elektron dari orbital f menuju orbital d. Unsur Teoritis Kenyataan 57La [Xe] 6s2 4f1 [Xe] 5d1 6s2 64Gd [Xe] 6s2 4f8 [Xe] 4f7 5d1 6s2 89Ac [Rn] 7s2 5f1 [Rn] 6d1 7s2 90Th [Rn] 7s2 5f2 [Rn] 6d2 7s2 92U [Rn] 7s2 5f4 [Rn] 5f3 6d1 7s2 93Np [Rn] 7s2 5f5 [Rn] 5f4 6d1 7s2 Contoh 1. Tuliskan konfigurasi elektron 14Cr. 24Cr 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5 Contoh 2. Tuliskan konfigurasi elektron 29Cu. 29Cu 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10

subkulit dengan bilangan kuantum l 2 dapat menampung elektron sebanyak